Liputan6.com, Jakarta Direktur Pencegahan Terorisme BNPT Brigen Pol Hamli mengatakan, perekrutan teroris banyak dilakukan di media sosial (medsos).

"Jadi sosial media itu hati-hati, terutama Facebook itu harus diawasi, terutama untuk anak-anak main medsos dalam kamar, bisa ngobrolnya bisa sampai Raqa (Suriah) sana," ujar Hamli dalam diskusi soal pencegahan terorisme di Jakarta Pusat, Jumat 25 Mei 2018.

Selain media sosial, cara umum perekrutan teroris dilakukan dengan pertemanan dan perkawinan.

"Jadi tahun 2000 sampai 2012 itu banyak dari pertemanan, seperti di Surabaya itu satu kelompok. Lalu perekrutan lewat perkawinan, seperti pelaku bom panci di Istana yang dilakukan oleh seorang perempuan," jelas jenderal bintang satu ini.

 

Sumber: https://m.liputan6.com/news/read/3539484/bnpt-sebut-perekrutan-teroris-banyak-lewat-media-sosial

  • 0 comment
  • Read 189 times
Login to post comments