Pesantrenforpeace.com—Hari ini (18/4) Pesantren for Peace (PfP) kedatangan Prof. Claudia Derichs dari Jerman. Kehadirannya di Indonesia ini dalam rangka untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi program PfP yang telah berjalan selama 1 tahun 4 bulan.

Dalam kurun waktu tersebut, Pesantren for Peace yang diinisiasi oleh CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan didukung oleh Uni Eropa telah berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan ratusan pesantren di Pulau Jawa.

Sampai saat ini, Pesantren for Peace telah sukses menyelesaikan serangkaian kegiatan  penting, diantaranya :

  1. Penelitian “Conflict Analysis Mapping” yang dilaksanakan di 5 provinsi di Pulau Jawa;
  2. Workshop “Pengembangan Desain Modul: Pendidikan Perdamaian Berperspektif HAM dan Islam” yang diikuti oleh ustad-ustadzah di lima kota (Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta);
  3. Peluncuran Program Pesantren for Peace oleh Menteri Agama Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Prof. Dr. Phil. Kamarudin Amin, MA (Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI);
  4. Penulisan Modul “Pendidikan Perdamaian di Pesantren Berperspektif HAM dan Islam” yang ditulis langsung oleh para ustadz-ustadzah pesantren;
  5. Training of Trainers bagi Ustadz dan Ustadzah penulis Modul kemudian menjadi trainer dalam semua kegiatan training;
  6. 10 rangkaian Capacity Training dan Field Trip bagi para santri dengan tema “Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren Berperspektif Islam dan HAM” yang diselenggarakan di  5  kota  (Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta).

Selama seminggu ke depan, Prof. Derichs akan mengevaluasi rangkaian program yang telah dilaksanakan oleh team PfP. Aspek yang dievaluasi meliputi pelaksanaan kegiatan baik dari sisi relevansinya dengan desain program, efektifitas dan efisiensinya, dampaknya, pembelajaran yang bisa diperoleh, serta keberlangsungannya di masa mendatang.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Pesantren for Peace akan diwawancarai langsung oleh Prof. Derichs, diantaranya perwakilan dari fasilitator workshop dan training, supervisor penulisan modul dan laporan field trip, pesantren-pesantren mitra lokal PfP, trainer dan penulis modul, santri yang terpilih sebagai penulis dan calon peserta ToT santri, serta berkunjung langsung ke lokasi target field trip Pesantren for Peace.

Harapannya, kegiatan evaluasi ini dapat menjadi pembelajaran bagi tim untuk terus giat meningkatkan implementasi program dan mengembangkannya secara lebih maksimal. [LH]

 

Login to post comments